Diberdayakan oleh Blogger.

Cara Melaporkan Berita Hoaks di WhatsApp

Cara Melaporkan Berita Hoaks di WhatsApp

Menjelang pemilihan umum (pemilu), banyak misinformasi atau berita menyesatkan seperti hoaks atau berita palsu pertebaran di layanan pesan instan, terutama WhatApp.

Untuk meminimalisir hal tersebut WhatsApp dan pemeriksa fakta pihak ketiga, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), meluncurkan saluran telepon yang dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan misinformasi.

Laporan ini akan membantu membangun arsip data Mafindo tentang penyebaran misinformasi selama periode pemilu dan juga membantu jurnalis sehingga mereka dapat mempublikasikan informasi faktual untuk masyarakat Indonesia.

Masyarakat dapat mengirimkan teks, foto, video, atau audio yang memiliki potensi misinformasi kepada Mafindo di nomor +62 855-7467-6701. Pesan-pesan ini akan dilindungi oleh enkripsi end-to-end dan tidak dapat terlihat oleh WhatsApp.

Presidium Mafindo Harry Sufehmi mengatakan, misinformasi merupakan tantangan yang membutuhkan kerjasama kuat untuk menanggulanginya.

"Kami meminta seluruh pengguna WhatsApp untuk melaporkan hoaks ke nomor +62 855-7467-6701, sehingga kami dapat melakukan verifikasi dan menambahkannya ke arsip pendataan kami,” tuturnya.

Gandeng ICT Watch

WhatsApp bekerja sama dengan Mafindo untuk memberikan solusi bisnis yang memampukan mereka untuk menerima pesan dalam jumlah besar.

WhatsApp juga mengumumkan kemitraannya dengan ICT Watch untuk mendukung edukasi tentang misinformasi melalui program pelatihan Literasi Digital di 10 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta dan bekerja sama dengan komunitas kreatif untuk mengembangkan stiker-stiker unik yang menyuarakan tentang misinformasi di WhatsApp.

Tantangan dari misinformasi yang viral membutuhkan kolaborasi antara perusahaan teknologi dan masyarakat.

Upaya ini akan berkontribusi untuk menjaga keamanan selama pemilihan umum dengan memastikan bahwa misinformasi tidak akan terdistribusi.